Berita, Wisata, Seni dan Budaya

Selamat Datang di Myndhara Wisata...sebagai Informasi Berita, Wisata,Seni dan Budaya khususnya Indonesia dan bagi anda yang memiliki pengalaman dalam kunjungan wisata, dapat mengirimnya ke email: myndhara@gmail.com




Headline News

Pesona Pantai Indonesia

13 September 2010

Jejak Portugis di Nusakambangan

Entah sejak kapan bangsa Portugis menginjakkan kakinya di Pulau Nusakambangan, tetapi tampak jelas jejak komplek bekas benteng pertahanan militer, atau Benteng Portugis, demikian orang setempat menyebutnya.

Jikalau kita mendengar “Pulau Nusakambangan” terbersit dipikiran bahwa tempat yang angker dan mengerikan, khususnya bagi para narapidana kelas kakap, dan pulau yang sangat terbatas aksesnya.
Saat ini Pulau tersebut sudah dibuka untuk umum beberapa tahun lalu untuk pengembangan pariwisata di pantai selatan, khususnya Cilacap .
Untuk akses menuju ke Pulau Nusakambangan dapat melalui Pantai Teluk Penyu, tepatnya dekat Benteng Pendem atau Depo Pertamina , kemudian dengan menyewa atau menggunakan jasa perahu temple kita bisa menyeberang ke pantai Nusakambangan yang berjarak sekitar 2 km dengan biaya sangat terjangkau sekitar Rp 75000 sampai Rp 150000 . Bila kita tertarik untuk sekadar menjelajah Pulau Nusakambangan dengan hanya sekitar 15 menit menyeberang Segara Anakan, sampailah kita di pantai Nusa kambangan bagian timur..
Di tempat berlabuhnya perahu tadi kita akan jumpai beberapa bangunan semi permanen, dan beberapa diantaranya dapat disewa untuk menginap walau kondisinya kurang begitu terawat.
Seorang pemandu biasanya akan menyambut kita kemudian menawarkan jasanya untuk menyusuri jalan setapak menuju benteng Portugis dan pantai pasir putih yang berada dibalik pulau tersebut, tepatnya di ujung timur Nusakambangan.
Pemandu akan memberikan penjelasan tentang keadaan sekitar pulau dan sekilas tujuan yang akan kita kunjungi. Kita selanjutnya menyusuri jalan setapak sekitar 2 km dan kita akan disuguhi hutan tropis yang alami.
Setelah kita menempuh perjalanan sekitar 1.5 km kita akan sampai di pintu gerbang benteng, dengan dua pintu utama berbentuk melengkung dengan belitan akar  tumbuhan. Kesan angker mulai terasa saat kita memasuki komplek benteng. Sebuah pemandangan yang fantastis. Setelah memasuki komplek kira kira 300 meter sampailah kita ke sebuah bangunan tebing sedalam sekitar 10 meter. Konon tempat inilah sebagai tempat melakukan eksekusi para pembangkang waktu itu. Sekitar 100 meter dari tempat eksekusi pembangkang sampailah ke bangunan induk benteng. Disini terasa benar hawa angkernya melihat bangunan tua yang begitu kokoh berumur ratusan tahun, diselimuti oleh akar akar tumbuhan besar atau beringin yang mencengkeram kuat bangunan tersebut.
Bangunan Utama benteng tersebut terdiri dari beberapa tingkat yang dihubungkan dengan lorong berundak dengan dinding benteng yang tebal sekitar 100 cm.
Pada  tingkat paling atas akan kita jumpai ruangan utama yang cukup lebar, seperti auditorium dan beberapa ruangan sepertinya untuk para komandan militer. Untuk mencapai lantai bawahnya kita melalui lorong berundak. Disitu kita akan jumpai beberapa ruangan, mungkin untuk para pegawai benteng. Setelah menuruni tangga berundak lagi kita akan sampai ke lantai paling bawah lagi dan kita akan jumpai ruangan sempit tanpa jendela, seperti tempat penjara atau penyekapan. Wowww ….benar- benar merinding, ....... sangat terasa angkernya.
Bangunan utama benteng ini sebetulnya terletak diujung timur pulau Nusakambangan dan bila tak terhalang tumbuhan tinggi kita bisa melihat laut segara anakan hingga samudra Indonesia.
Kapal -kapal yang memasuki pelabuhan alam Cilacap dapat diawasi dari benteng ini. Dan konon, benteng ini mempunyai lorong bawah laut yang menghubungkannya dengan Benteng Pendem di daratan Cilacap.
Setelah cukup puas menikmati angkernya benteng Portugis di Nusakambangan, pemandu kemudian mengajak kita ke pantai pasir putih. Sekitar 300 meter dari benteng Utama kita akan jumpai sebuah meriam sepanjang sekitar 2.5 meter dengan diameter sekitar 40 cm. Sayangnya  posisi meriam sudah tidak pada kedudukannya, konon terhempas akibat tsunami saat gempa Pangandaran yang terjadi beberapa bulan sebelumnya.
Setelah mengambil beberapa gambar Meriam kemudian pemandu mengajak kami ke pantai pasir putih sebuah teluk kecil dengan pasir putihnya dengan pemandangan sangat indah dan masih alami.
Dari pantai ini kita bisa melihat lalu lalang kapal kapal niaga dan tanker menuju pelabuhan Cilacap. Setelah cukup menikmati indahnya pantai dan melepas lelah kami kemudian kembali ke pangkalan perahu semula. Andaikan air laut sedang surut, pemandu bermaksud mengajak menyusuri pantai ke tempat pangkalan perahu yang berjarak sekitar 3 km. Karena air laut sedang pasang kamipun kembali ke pangkalan perahu melalui jalur semula.
Bagi Anda yang senang menjelajah pulau- pulau di Nusantara, jangan lewatkan untuk mengunjungi Pulau Nusa Kambangan ini.(AWS_910)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sobat! Komentar anda sangat berguna....