Berita, Wisata, Seni dan Budaya

Selamat Datang di Myndhara Wisata...sebagai Informasi Berita, Wisata,Seni dan Budaya khususnya Indonesia dan bagi anda yang memiliki pengalaman dalam kunjungan wisata, dapat mengirimnya ke email: myndhara@gmail.com




Headline News

Pesona Pantai Indonesia

3 September 2010

Eksotisme Seni Klasik Jawa dalam Pagelaran Wayang Orang Bharata


Wayang Orang (WO) merupakan seni pertunjukan klasik Jawa yang menggabungkan unsur-unsur seni tari, drama, musik gamelan, sastra, budaya, seni suara, busana dan seni-seni lainnya.

Pertunjukan wayang orang adalah bentuk opera dari pagelaran wayang kulit yang telah diakui UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tahun 2003.
Pagelaran Wayang Orang Bharata masih secara rutin mengadakan pertunjukan setiap hari sabtu malam jam.20.00 sampai 23.00 wib, yang berlokasi di Jl. Kalilio 15 Jakarta, atau mudahnya di Jl. Gunung Sahari sebelah utara proyek Senen, dengan mengangkat Cerita dari epic Mahabarata dan Ramayana, atau cerita-cerita carangan dari epic Mahabarata.

Sebelum pagelaran dimulai, kita akan mendengarkan alunan musik gamelan Jawa dan pada saat pagelaran dimulai kita akan disuguhi tarian Jawa lepas dengan durasi 5-10 menit dan baru masuk ke cerita intinya.

Setiap ada kesempatan, saya berusaha untuk menyaksikan pagelaran WO Bharata. Haus akan pertunjukan seni klasik Jawa akan terpuaskan disini dan membuat kita ingin untuk menyaksikan kembali di setiap pagelarannya.
Tata busana setiap tokoh, olah panggung, penggarapan olah tari, dialog  dalam tata bahasa Jawa yang bertingkat  yang diiringi musik gamelan Jawa, seolah membawa kita kealam eksotisme seni dan budaya Jawa.

Garapan yang cukup prima, pantas bila WO Bharata menjadi asset budaya yang bernilai tinggi dan layak dijual sebagai bagian dari pariwisata Indonesia. Justru pagelaran seni klasik semacam inilah yang dicari para wisatawan mancanegara, sebagai bentuk ekspresi dan representasi jatidiri bangsa Indonesia, khususnya Jawa.

Suatu saat saya menyaksikan pagelaran WO Bharata dalam cerita "Kumbakarna gugur". Episode ini diambil dari cerita Ramayana yang sangat terkenal. Cerita penuh kepahlawanan dari sosok Kumbakarna  dalam perang besar antara  Rahwana dari Alengka dan Prabu Rama Wijaya dari Swelagiri.
Penculikan Dewi Shinta oleh Rahwana inilah yang menjadi pencetus perang besar ini terjadi.
Dengan dalih membebaskan angkara murka dari muka bumi yang bersemayam dalam diri Rahwana maka prabu Rama bertekat untuk menyerang Alengka.
Dengan didukung oleh ratusan ribu bala tentara kera yang dipimpin oleh Raja kera Sugriwa dan Anoman, Prabu Rama menyerang Alengka setelah sebelumnya membuat jembatan panjang menuju Negara Alengka.

Kumbakarna adalah adik Rahwana, Sadar negaranya diserang oleh Prabu Rama dengan pasukan keranya, Rahwana gusar. Banyak panglima perang Alengka yang gugur pada pertempuran itu, termasuk Sarpakenaka adiknya sendiri dan  Prahasta pamannya.
Rahwana tak bisa berpikir panjang lagi dan mengutus putranya, Indrajid untuk membangunkan Kumbakarna yang tengah bertapa tidur untuk membersihkan pikiran dan telinga dari berita keangkaramurkaan Rahwana kakaknya sendiri. Kumbakarna tidak bersedia didaulat menjadi senopati/panglima perang melawan Prabu Rama, karena tidak mau maju perang dengan berlumur keangkaramurkaan kakaknya, Namun Rahwana terus membujuk dan meyakinkan Kumbakarna bahwa negara dalam keadaan bahaya.
Sebagai seorang kesatria sejati, mendengar negara dalam ancaman bahaya perang maka demi mempertahankan negaranya dari kehancuran, Kumbakarna siap maju perang menumpas musuh.
Terjadilah pertempuran sengit antara Kumbakarna dan pasukan kera. Banyak prajurit kera yang mati oleh sepak terjang Kumbakarna. Sugriwa dan Hanoman kewalahan menghadapi kesaktian Kumbakarna.

Pasukan kera Prabu Ramapun akhirnya dapat dimundurkan oleh Kumbakarna dan Prabu Rama mengutus Wibisana, adik Kumbakarna yang paling kecil yang membelot ikut dipihak Prabu Rama karena diusir oleh Rahwana, untuk menemui kakaknya. Dan terjadilah pertemuan kakak dan adik, Kumbakarna dan Wibisana.
Mereka saling melepas kerinduan karena telah lama terpisahkan dikarenakan keadaan politik Alengka.
Setelah melepas kerinduan akhirnya Kumbakarna berpesan kepada adiknya bahwa dia ingin melakukan perang tanding melawan Prabu Rama. Sorga telah menanti andaikan harus gugur di medan perang dari tangan Prabu Rama yang titisan Dewa Wisnu. Akhirnya, Kombakarna gugur di medan perang oleh panah Rama dan Laksmana. Dan para bidadaripun kemudian turun ke bumi menjemput sukma Kumbakarna untuk mengantarkannya ke surga. (AWS_910)

2 komentar:

  1. Thanks ya sob udah share , blog ini sangat bermanfaat sekali .............




    agen tiket murah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thnx juga mas Ivan sudah mampir ke blog saya.

      Hapus

Sobat! Komentar anda sangat berguna....